PMI dan Deflasi Indonesia Agustus

Indonesia masih bisa keluar dari deflasi pada bulan Agustus in. Pada bulan ini, deflasi Indonesia sebesar 0.05%. Deflasi yang terjadi karena adanya penurunan harga komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Di sisi lain, PMIManufakturIndonesia naik menjadi 50.8 pada Bulan Agustus ini. PMI menunjukan manufaktur Indinesia sudah kembali ke batas netal PMI. Lalu bagaimana hasil lengkapnya? Bagaimana pengaruhnya ke IHSG?

Rilis Data PMI

Markit Economics telah merilisilis data PMI Manufaktur (Purchasing Managers Index Manufaktur) Indonesia bulan Agustus sebesar 50.8 dari bulan Juli sebesar 46.9. Secara rerata PMI Indonesia sebesar 48.8 selama kuartal-III (Juli-Agustus) lebih baik dibandingkan dengan kuartal-II (April-Juni) sebesar 31.7.

Ada 2 faktor pendorong kenaikan PMI Indonesia di bulan Agustus. Pertama, tingkat produksi dan penjualan manufaktur terus meningkat akibat pelonggaran pembatasan sosial skala besar. Kedua, mulai terjadi perbaikan dari sisi permintaan atau pembelian produk manufaktur.

Untuk kedapan faktor pengangguran akan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Karena semakin banyak pengangguran akan kembali menurunkan permintaan. Selain itu bisa membuat perusahaan manufaktur mengerem produksi untuk menyeimbangkan permintaan.

PMI adalah sebuah indikator yang menyediakan gambaran umum mengenai kondisi sektor industri manufaktur. PMI sebagai ukuran industri suatu negara dengan batas angka 50. Jika suatu negara memiliki angka diatas 50 berarti industri di negara tersebut sedang ekspansi.

PMI dan Deflasi Indonesia Agustus-1
PMI

Bulan Agustus Kembali Deflasi

Indonesia mengalami deflasi pada bulan Agustus 2020 0,05% dan Inflasi tahunan 1.32%. Deflasi terjado karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya ondeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok maknanan, minuman, dan tembakau sebesar -0.86% dan kelompok transportasi sebesar 0.14%.

Secara garis besar, penyebab deflasi pada bulan Agustus karena masih lemahnya daya konsumsi masyarakat akibat pandemi yang berlangsung dan pembatan sosial. Sehingga harga-harga secara umum mengalami penurunan.

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, terjadi jika permintaan terus menurun sehingga perusahaan tidak dapat menaikkan harga dan terpaksa menurunkan harga untuk menjaga tingkat penjualan.  Deflasi secara umum memiliki dampak negatif seperti penurunan UMR, menurunnya pendapatan bisnis, terjadi PHK.

PMI dan Deflasi Indonesia Agustus-2
Data bulanan

Sumber: BPS

IHSGSaat Ini

IHSG pada sesi 1 perdagangan 1 September 2020 melemah tipis 0.02% menjadi 5.237. Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor konstruksi turun 0,62%. Sektor industri dasar melemah 0,54%. Sektor manufaktur melorot 0,28%. Sektor barang konsumsi terkoreksi 0,27%. Investor asing mencatatnet sellRp 457,3 miliar di seluruh pasar dengan top sell: BBCA (JK:BBCA), BBRI (JK:BBRI), TLKM (JK:TLKM).

Kesimpulan

Deflasi yang terjadi di Indonesia tampaknya sudah diantisipasi pasar hari ini melihat pergerakan IHSG selama perdaganagan sesi 1. Saat ini juga IHSG sudah berada di area support MA 20 nya setelah kemarin (31/10) mengalami penurunan dalam hingga 2%.

Hindari saham-saham big caps untuk trading dan mulai bersiap-siap untuk cicil beli investasi. Jika nanti ingin membeli atau cicil beli saham untuk investasi, bisa dilakukan cicil beli sebanyak max 50% dari modal investasi. Tetap ingat atur money management anda sebaik mungkin.

Jadi apa yang harus kita lakukan?

1.Don't be panic

2. Fokus ke pembatasan  risiko dan perlindungan modal

3. Siapkan dana dingin untuk cicil beli investasi